Senin, 18 November 2013

Makalah klenteng sam poo kong



makalah
KLENTENG SAM POO KONG


a130128 Art04 IMG01













NAMA                       :           Nur Khumairoh

KELAS                      :           XI IPS 03

NO ABSEN               :           20  (DUA PULUH)







SMA Negeri 2 Ungaran
 Tahun 2013/2014







KATA PENGANTAR

           Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasihNya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami terima, serta petunjukNya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam penyusunan laporan hasil kunjungan sejarah ke Klenteng Sam Poo Kong ini.
          Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang daerah Semarang, menjadikan keterbatasan kami pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini, Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
          Harapan kami, semoga laporan hasil kunjungan sejarah ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang daerah Semarang yang merupakan daerah kita sendiri.
          Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan laporan hasil kunjungan sejarah ini. Terutama kepada rekan satu kelompok atas kerjasamanya, dan ibu guru Sejarah yang telah membimbing dalam penyusunan laporan hasil kunjungan ini.

          Ungaran,     September  2014




                                                                                      Penulis



DAFTAR ISI

Halaman judul………………………………………………………..1
Kata Pengantar…………………………………………………….....2
Daftar Isi……………………………………………………………..3
BAB I Pendahuluan
·       Latar Belakang……………………………………………………………………...4
·       Tujuan........................................................................................5
·       Rumusan Masalah......................................................................5
BAB II Pembahasan
·       Sejarah klenteng Sam Poo Kong…………………………………....……...6
·       Sekilas Arsitektur Sam Poo Kong..............................................7
BAB III Penutup
·       Kesimpulan……………………………………………………………………….......9
·       Saran penulis...............................................................................9













BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Indonesia  terkenal dengan  kemajemukan  budaya. Keberagaman suku, agama, dan ras yang terkandung dalam nilai ke Bhineka an. Selain itu,  Nusantara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan itu menjadikan Indonesia  selalu menarik untuk  dikunjungi wisatawan.
Dan salah satu tempat wisata yang menarik untuk anda kunjungi adalah  Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Berlokasi  di sebelah barat daya kota Semarang , tepatnya di daerah Simongan. Jl. Simongan Semarang di bawah naungan Yayasan Klenteng Sam Poo Kong Gedung Batu. Saat ini , selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan Klenteng Sam Poo Kong Semarang juga menjadi  salah satu tujuan wisata lokal di semarang yang menarik banyak minat wisatawan , baik Domestik maupun mancanegara. Pengunjung juga dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit Cina di tempat tersebut.
           Klenteng ini dahulunya adalah tempat persinggahan  seorang laksamana dari cina bernama laksamana cheng ho. Sekarang ini kelenteng tersebut menjadi salah satu tujuan wisata di kota Semarang. Selain menjadi tujuan wisata klenteng ini juga menjadi tempat peribadahan umat kong hu cu. Walaupun menjadi tempat peribadahan umat kong hu cun  namun sesungguhnya kelenteng ini memiliki latar belakang islam. Karena Laksamana Cheng ho pergi ke Indonesia bertujuan untuk menyebarkan agama islam.  Di dalam erea kelenteng terdapat patung Laksamana cheng ho terbesar di dunia dengan tinggi 10,7 m terbuat dari bahan perunnggu. Di kompleks ini terdapat 4 klenteng yang bernama Klenteng Dewi Laut, Dewa Bumi, Kyai Juru Mudi, dan Klenteng Sam Poo Kong.Yang dihiasi dengan ukiran naga dan huruf Cina berwarna emas menghiasi pilar-pilar merah.

Tujuan Kunjungan
   Tujuan dari kunjungan ini antara lain:
1.     Menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas
2.     Menambah pengetahuan tentang wisata local di Semarang.
3.     Mempelajari dan melestarikan sejarah Sam Poo Kong.
4.     Mengetahui sejarah Sam Poo Kong.

Manfaat Kunjungan
     Manfaat dari kunjungan antara lain  :
1.     Mengenal tempat bersejarah dari daerah Semarang.
2.     Mengetahui sejarah dari Sam Poo Kong
3.     Mempererat kerjasama antar anggota kelompok .

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari kunjungan ini antara lain:
1.     Bagaimanakah sejarah klenteng Sam Poo Kong?
2.     Bagaimanakah cara kita melestarikan peninggalan sejarah Sam Poo Kong?










BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Klenteng SAM POO KONG
Klenteng Sam poo kong dibangun pada tahun 1974 oleh masyarakat tionghoa di Semarang. Sebagai bentuk penghormatan kepada laksamana Cheng Hoo yang dianggap sebagai leluhur dari masyarakat tionghoa di Semarang.  Keberadaan  Klenteng Sam Poo Kong Semarang tak lepas dari sosok Laksamana Tiongkok bernama Zheng He. Menurut sejarah, Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menelusuri pantai laut Jawa untuk tujuan politik dan dagang, karena ada awak kapal yang sakit ia memutuskan untuk bersandar terlebih dahulu  disebuah desa, yang bernama Simongan Karena merasa nyaman di tempat itu, ia memutuskan untuk beberapa waktu menetap ditempat tersebut.
Namun karena ia harus melanjutkan perjalanan ia pun meninggalkan tempat tersebut,tapi banyak awak kapalnya yang menikah dengan warga setempat dan menetap di daerah Simongan. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok. Untuk mengenang jasa-jasa dari Laksamana Zheng He/Cheng Ho, penduduk setempat mendirikan sebuah Klenteng disekitar gua tempat dimana ia sering menghabiskan waktu untuk bersemedi, yang akhirnya disebut dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Sam Poo Thay DJin. Laksamana cheng Ho datang pertama kali ke Semarang pada tahun 1405 dan 11 tahun kemudian ia datang untuk kedua kalinya. Pada saat itu jumlah penduduk kota sebanyak 1742 penduduk.



Arsitektur SAM POO KONG


            Klenteng Sam Poo Kong terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong : tempat - tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di antara semuanya ,dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek tersebut  Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan dan dibangun sebagai duplikat tempat yang pernah ditinggali.
          Sam Po Tay Djien ( Zheng Ho ),yang telah roboh. Bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.Gua batu sebagaimana tersebut di atas terdapat di dekatnya. Facade gua berlukisan sepasang naga dengan bola api yang terletak di tas ambang pintu masuk yang sempit.Klenteng Tho Tee Kong atau Toapekong Tanah atau Ho Tek Tjin Sin yang terletak di belakang pintu gerbang, merupakan yang paling populer.
          Di kalangan masyarakat yang agraris, Dewa Bumi ini sangat dihormati dan selalu dimintai berkahnya. Klenteng Cap Kauw King, tempat pemujaan Tho Tee Kong pula, berkaitan dengan klenteng ini. Tidak pula dijumpai serambi seperti pada klenteng di Pecinan. Tempat pemujaan Kyai Jurumudi dipercaya sebagai makam Wang Jing Hong, wakil Zheng Hoo dalam pelayarannya.
            Bangunan makam merupakan bangunan sederhana beratap pelana. Pintu masuknya terletak di tengah dan di kedua sisinya terdapat jendela bundar. Di bawah kedua jendela bundar terdapat lukisan berwarna yang mengisahkan perjalanan pelayaran Sam Po. 
            Anjungan Kyai Jangkar memiliki tiga altar, yaitu altar Hoo Ping, yaitu para pelaut dan pembantu Zheng Ho yang gugur pada saat menunaikan tugasnya; altar Nabi Kong Hu Cu di tengah; dan altar pemujaan mbah Kyai Jangkar di sebelah kanan. Anjungan Kyai Cundrik Bumi merupakan petilasan tempat anak buah Zheng Ho menyimpan segala macam senjata. Sedangkan anjungan Kayi Tumpeng yang terletak di ujung selatan komplek dipercaya sebagai tempat anak buah Zheng Ho bersantap pada masa lalu. Bangunan ini sekarang dipakai untuk bersemedi atau menyepi.


















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa  Klenteng Sam Poo Kong dibangun pada tahun 1974 oleh masyarakat Tiong Hoa. Klenteng ini di bangun sebagai petilasan dari seorang laksamana cina bernama laksamana Cheng Ho yang dianggap sebagai leluhur masyarakat Tiong Hoa.
Di dalam bangunan klenteng terdapat empat tempat pemujaan yaitu pemujaan Kyai Juru Mudi, Kyai Cundrik Bumi, Mbah Kyai Tumpeng, dan Kyai Jangkar.
Selain itu diadalam kawasan Klenteng Sam Poo Kong terdapat  sebuah gerbang klenteng yang sangat megah dan terdapat pula patung laksamana Cheng Ho terbesar di dunia.

Saran Penulis
Sebagai generasi muda kita harusnya bangga akan peningalan sejarah yang ada disekitar kita. Tidak hanya tahu dan mengerti namun,kita juga harus ikut serta melestarikannya. Dengan cara mengunjunginya dan mempelajari sejarahnya. Namun tetap menjaga keaslian bangunan dengan tidak mencorat-coret arsitektur bangunan. Disadari bahwa upaya pelestarian membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu untuk mewujudkannya, memerlukan kepedulian dari berbagai pihak.

2 komentar: