makalah
KLENTENG SAM
POO KONG

NAMA : Nur Khumairoh
KELAS : XI
IPS 03
NO ABSEN : 20 (DUA PULUH)
SMA Negeri 2 Ungaran
Tahun 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih‐Nya, atas anugerah hidup dan
kesehatan yang telah kami terima, serta petunjuk‐Nya sehingga memberikan kemampuan dan
kemudahan bagi kami dalam penyusunan laporan hasil kunjungan sejarah ke
Klenteng Sam Poo Kong ini.
Kami
menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang daerah Semarang,
menjadikan keterbatasan kami pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam
tentang masalah ini, Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Harapan
kami, semoga laporan hasil kunjungan sejarah ini membawa manfaat bagi kita,
setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang daerah Semarang
yang merupakan daerah kita sendiri.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
proses pembuatan laporan hasil kunjungan sejarah ini. Terutama kepada rekan
satu kelompok atas kerjasamanya, dan ibu guru Sejarah yang telah membimbing
dalam penyusunan laporan hasil kunjungan ini.
Ungaran, September 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul………………………………………………………..1
Kata Pengantar…………………………………………………….....2
Daftar Isi……………………………………………………………..3
BAB I Pendahuluan
·
Latar Belakang……………………………………………………………………...4
·
Tujuan........................................................................................5
·
Rumusan
Masalah......................................................................5
BAB II Pembahasan
· Sejarah klenteng Sam Poo
Kong…………………………………....……...6
· Sekilas Arsitektur Sam Poo
Kong............................................…..7
BAB III Penutup
·
Kesimpulan……………………………………………………………………….......9
·
Saran
penulis...............................................................................9
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia terkenal dengan
kemajemukan budaya. Keberagaman suku, agama, dan ras yang terkandung
dalam nilai ke Bhineka an. Selain itu, Nusantara memiliki kekayaan alam
yang luar biasa. Kekayaan itu menjadikan Indonesia selalu menarik
untuk dikunjungi wisatawan.
Dan salah satu tempat wisata yang
menarik untuk anda kunjungi adalah Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Berlokasi di sebelah barat
daya kota Semarang , tepatnya di daerah Simongan. Jl. Simongan Semarang di
bawah naungan Yayasan Klenteng Sam Poo Kong Gedung Batu. Saat ini , selain berfungsi
sebagai tempat ibadah, kawasan Klenteng Sam Poo Kong Semarang juga menjadi salah satu tujuan
wisata lokal di semarang yang menarik banyak minat wisatawan , baik Domestik
maupun mancanegara. Pengunjung juga dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit
Cina di tempat tersebut.
Klenteng ini dahulunya adalah tempat
persinggahan seorang laksamana dari cina
bernama laksamana cheng ho. Sekarang ini kelenteng tersebut menjadi salah satu
tujuan wisata di kota Semarang. Selain menjadi tujuan wisata klenteng ini juga
menjadi tempat peribadahan umat kong hu cu. Walaupun menjadi tempat peribadahan
umat kong hu cun namun sesungguhnya
kelenteng ini memiliki latar belakang islam. Karena Laksamana Cheng ho pergi ke
Indonesia bertujuan untuk menyebarkan agama islam. Di dalam erea kelenteng terdapat patung
Laksamana cheng ho terbesar di dunia dengan tinggi 10,7 m terbuat dari bahan
perunnggu. Di kompleks
ini terdapat 4 klenteng yang bernama Klenteng Dewi Laut, Dewa Bumi, Kyai Juru
Mudi, dan Klenteng Sam Poo Kong.Yang dihiasi dengan ukiran naga dan huruf Cina berwarna
emas menghiasi pilar-pilar merah.
Tujuan Kunjungan
Tujuan dari kunjungan ini antara lain:
1.
Menambah ilmu pengetahuan dan wawasan
yang lebih luas
2.
Menambah pengetahuan tentang wisata
local di Semarang.
3.
Mempelajari dan melestarikan sejarah Sam
Poo Kong.
4.
Mengetahui sejarah Sam Poo Kong.
Manfaat Kunjungan
Manfaat dari kunjungan antara lain :
1.
Mengenal tempat bersejarah dari daerah Semarang.
2.
Mengetahui sejarah dari Sam Poo Kong
3.
Mempererat kerjasama antar anggota
kelompok .
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dari kunjungan ini antara lain:
1.
Bagaimanakah
sejarah klenteng Sam Poo Kong?
2.
Bagaimanakah
cara kita melestarikan peninggalan sejarah Sam Poo Kong?
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah Klenteng SAM POO
KONG
Klenteng Sam poo kong dibangun pada tahun 1974 oleh
masyarakat tionghoa di Semarang. Sebagai bentuk penghormatan kepada laksamana
Cheng Hoo yang dianggap sebagai leluhur dari masyarakat tionghoa di
Semarang. Keberadaan Klenteng Sam Poo Kong Semarang tak lepas dari sosok Laksamana
Tiongkok bernama Zheng He. Menurut sejarah, Laksamana Zheng He sedang
mengadakan pelayaran menelusuri pantai laut Jawa untuk tujuan politik dan
dagang, karena ada awak kapal yang sakit ia memutuskan untuk bersandar terlebih
dahulu disebuah desa, yang bernama Simongan Karena merasa nyaman di
tempat itu, ia memutuskan untuk beberapa waktu menetap ditempat tersebut.
Namun
karena ia harus melanjutkan perjalanan ia pun meninggalkan tempat tersebut,tapi
banyak awak kapalnya yang menikah dengan warga setempat dan menetap di daerah
Simongan. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk
keturunan Tiongkok. Untuk mengenang jasa-jasa dari Laksamana Zheng He/Cheng Ho,
penduduk setempat mendirikan sebuah Klenteng disekitar gua tempat dimana ia
sering menghabiskan waktu untuk bersemedi, yang akhirnya disebut dengan
Klenteng Sam Poo Kong atau Sam Poo Thay DJin. Laksamana cheng
Ho datang pertama kali ke Semarang pada tahun 1405 dan 11 tahun kemudian ia
datang untuk kedua kalinya. Pada saat itu jumlah penduduk kota sebanyak 1742
penduduk.
Arsitektur SAM
POO KONG
Klenteng
Sam Poo Kong terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah
Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong : tempat - tempat
pemujaan Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai
Tumpeng. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di
antara semuanya ,dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek
tersebut Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya
sebagai petilasan dan dibangun sebagai duplikat tempat yang pernah ditinggali.
Sam Po Tay Djien ( Zheng Ho ),yang telah roboh. Bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.Gua batu sebagaimana tersebut di atas terdapat di dekatnya. Facade gua berlukisan sepasang naga dengan bola api yang terletak di tas ambang pintu masuk yang sempit.Klenteng Tho Tee Kong atau Toapekong Tanah atau Ho Tek Tjin Sin yang terletak di belakang pintu gerbang, merupakan yang paling populer.
Sam Po Tay Djien ( Zheng Ho ),yang telah roboh. Bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.Gua batu sebagaimana tersebut di atas terdapat di dekatnya. Facade gua berlukisan sepasang naga dengan bola api yang terletak di tas ambang pintu masuk yang sempit.Klenteng Tho Tee Kong atau Toapekong Tanah atau Ho Tek Tjin Sin yang terletak di belakang pintu gerbang, merupakan yang paling populer.
Di kalangan masyarakat yang agraris,
Dewa Bumi ini sangat dihormati dan selalu dimintai berkahnya. Klenteng Cap Kauw
King, tempat pemujaan Tho Tee Kong pula, berkaitan dengan klenteng ini. Tidak
pula dijumpai serambi seperti pada klenteng di Pecinan. Tempat pemujaan Kyai
Jurumudi dipercaya sebagai makam Wang Jing Hong, wakil Zheng Hoo dalam
pelayarannya.
Bangunan makam merupakan bangunan sederhana beratap pelana. Pintu masuknya terletak di tengah dan di kedua sisinya terdapat jendela bundar. Di bawah kedua jendela bundar terdapat lukisan berwarna yang mengisahkan perjalanan pelayaran Sam Po.
Bangunan makam merupakan bangunan sederhana beratap pelana. Pintu masuknya terletak di tengah dan di kedua sisinya terdapat jendela bundar. Di bawah kedua jendela bundar terdapat lukisan berwarna yang mengisahkan perjalanan pelayaran Sam Po.
Anjungan Kyai Jangkar memiliki tiga altar, yaitu altar Hoo
Ping, yaitu para pelaut dan pembantu Zheng Ho yang gugur pada saat menunaikan
tugasnya; altar Nabi Kong Hu Cu di tengah; dan altar pemujaan mbah Kyai Jangkar
di sebelah kanan. Anjungan Kyai Cundrik Bumi merupakan petilasan tempat anak
buah Zheng Ho menyimpan segala macam senjata. Sedangkan anjungan Kayi Tumpeng
yang terletak di ujung selatan komplek dipercaya sebagai tempat anak buah Zheng
Ho bersantap pada masa lalu. Bangunan ini sekarang dipakai untuk bersemedi atau
menyepi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas
dapat disimpulkan bahwa Klenteng Sam
Poo Kong dibangun pada tahun 1974 oleh masyarakat Tiong Hoa. Klenteng ini di
bangun sebagai petilasan dari seorang laksamana cina bernama laksamana Cheng Ho
yang dianggap sebagai leluhur masyarakat Tiong Hoa.
Di dalam bangunan klenteng terdapat empat tempat pemujaan yaitu pemujaan Kyai
Juru Mudi, Kyai Cundrik Bumi, Mbah Kyai Tumpeng, dan Kyai Jangkar.
Selain itu diadalam kawasan Klenteng Sam Poo Kong terdapat sebuah gerbang klenteng yang sangat megah dan
terdapat pula patung laksamana Cheng Ho terbesar di dunia.
Saran Penulis
Sebagai
generasi muda kita harusnya bangga akan peningalan sejarah yang ada disekitar kita. Tidak hanya
tahu dan mengerti namun,kita juga harus ikut serta melestarikannya. Dengan cara
mengunjunginya dan mempelajari sejarahnya. Namun tetap menjaga keaslian
bangunan dengan tidak mencorat-coret arsitektur bangunan. Disadari bahwa upaya
pelestarian membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu untuk
mewujudkannya, memerlukan kepedulian dari berbagai pihak.
goblog kirain penting
BalasHapusMakasih
BalasHapus